Tempat Tertua di Bergen Sejak Tahun 1400an

Bryggen adalah salah satu bagian tertua dari Bergen dan sudah menjadi bangunan tertua sejak abad ke-14. Bayangin udah setua itu, no wonderlah kalau miring-miring begitu bentuknya. Area ini dalemnya lebih cakep buat di explore, banyak banget cafe-cafe dan toko-toko yg kebanyakan menjual produk khas Bergen. Karena terbuat dari kayu yg mudah terbakar, area ini pernah beberapa kali kebakaran hingga akhirnya di renovasi lagi

Di tempat ini ada salah satu danau yang sangat indah karena dari sini bisa terlihat seluruh pemandangan. Seneng banget pas main ke Danau ini, karena bisa ngeliat Bergen dari sisi yang berbeda, setelah dari Zurich kemaren dikasih suasana kota terus menerus, disini bisa nikmatin suasana alamnya. Apalagi hari bakalan berangkat menuju Flam. Makin Excited!

Batal liat aurora dan Husky dog sliding di Tromso, rencana langsung berubah haluan, banting setir langsung ke Bergen. Diguyur hujan gerimis berhari-hari dan cuaca yang gak pernah menentu nggak mengecilkan hati gue sama sekali buat explore Norway kali ini. Cuaca bagus alhamdulillah, cuaca mendung ya disyukuri aja, udah si Norway ini mau gimana lagi. Dan beruntung banget, walaupun cuaca yg gak menentu ini selalu menggelayuti perjalanan kali ini, tp disinilah yg bikin sensasinya beda.

Hampir tiap hari gue jadi bisa liat kabut, bahkan Fjords area yg gue lewati ketika cruising dan tour via bus dan train jadi bagus banget karena diselimutin kabut tadi. So, sepanjang perjalanan sih nggak pernah berhenti bersyukur. Apalagi gue selalu yakin, rejeki di perjalanan itu bisa kita dapetin dalam berbagai macam hal, diantaranya orang-orang baik yg kita temuin dan juga cuaca yang baik selama perjalanan.

Norwegia yang merupakan salah satu destinasi yang sangat jarang disebut oleh para wisatawan rupanya menyimpan banyak tempat eksotis. Ada banyak sekali sisi lain dunia yang dapat ditemukan di tempat ini. Jadi, menurut gue norwegia ini bisa menjadi salah satu bucketlist traveling kamu karena tidak akan nyesel!

Trip Mengelilingi Berbagai Macam Negara di Eropa

Jogetin aja saaaay hahaha kalau ada yg penasaran, terus mikir dan ngomong macem-macem tentang kerjaan kita itu apaan sampe bisa keliling jalan-jalan terus, padahal udah dijelasin beberapa kali. Mungkin masih banyak orang diluar sana yg nggak tau kerja keras orang lain dibalik “feed instagramnya”, dan jangan sampai kalian ngejudge seseorang hanya dari postingan instagramnya.

Sering gak sih ngelewatin toko begini di Europe trus kagum banget karena cantik banget keliatannya, ngeliat barang dagangan mulai dari buah, sayur dan aneka dagangan lainnya ditata sedemikian rupa. Cantik banget kan? Seneng banget ke Europe kali ini hampir ditiap kota selalu nemu taman dg cherry blossom begini. Dan di Vienna kali ini juga lagi banyak-banyaknya. Lumayan lah yaaa nggak pernah dapet cherry blossom di Jepang, dapetnya disini.

Gloomy gloomy Vienna. Satu hari rasanya cukup utk mengelilingi Vienna. Hari terakhir di perjalanan kali ini, waktunya balik ke Indonesia, kangen masakan Padang, Bakso, sambel dan opor buatan diri sendiri.

Gak berasa rasanya, perasaan kemaren masih cekikikan geret-geret koper berat di Paris berlima bareng orang ini, nah sekarang udah mau balik lagi aja ke Indo. Hampir tiga minggu lebih perjalanan kali ini dari Maroko sampe berakhir di Vienna.

Seperti sebelumnya, perjalanan gue ke Europe selalu banyak drama, ada aja suka dukanya, tapi kali ini jauh lebih banyak sukanya, karena kali ini gue enggak solo trip lagi, selalu ada temen untuk berbagi. Dan menurut gue bisa ke Europe bagi gue itu adalah rewards, karena saking susahnya buat gue dapetin Visa kesini, jadi pas kesini tuh pengen dipuas-puasin. See you again Europe, semoga ada rejeki dan kesempatan bertemu lagi. Next bucketlist: US & Canada! Mari kita jadi pejuang visa lagi.

Belum move on dari trip kemaren, masih kebayang serunya Paris kemaren berlima tuh. Kayaknya tiap hari disana happy aja bawaannya ngakak nggak berenti. Semoga someday bisa balik lagi kesini, with who you know lah amin! Btw, sebelum kalian bertanya lagi itu kenapa Eiffel towernya miring dan aneh bentuknya, itu karena distorsi dari wide lens, udah diedit jadi makin miring-miring

Jelajahi Pelosok Pulau Jawa yang Miliki Keindahan di Setiap Titik

Kalau ditanya Kota apa yang paling bikin rindu buat gue, mungkin jawabannya adalah Jogja kali ya. Nggak bosen-bosen buat di explore rasanya, selalu ada kehangatan disetiap sudutnya, entah itu dari makanannya, orang-orangnya, sampai tempat-tempat indahnya

Dan kemaren pas tiba di Jogja langsung diajak buat santai sejenak sebelum senja di Waduk Sermo bareng tim nuvantara, bukan kali pertama nikmartin experience seru yg mereka tawarkan disini, kali ini dengan temen-temen yang berbeda, mereka cukup kreatif bikin sore menuju senja kemaren makin seru, ada aktivitas yg bisa kita lakuin kayak canoing, beberapa workshop pottery painting, melukis kain dari dedaunan, BBQ, dll, pokoknya seru!

Kalau ke Magelang terutama area desa sekitaran Borobudur ini, rasanya wajib banget cobain VW safari tour ini, kita akan diajak mengelilingi beberapa tempat menarik yg sudah diarrange oleh pengelola tour ini. Biasanya mengunjungi beberapa UMKM seperti pengrajin gerabah, pengelolaan kopi atau seperti yg kemaren kita mengunjungi pendopo jamur. Lumayan banget liburan sambil nambah pengetahuan, experience yg menyenangkan sambil bisa foto-foto diatas VW ini dg view secakep ini!

Kemaren dapet kesempatan mengikuti prosesi patehan di royal ambarrukmo, inilah prosesi minum teh ala raja di Yogyakarta. Teh disajikan beserta dengan kudapan tradisional ala Jogja, dan dibawakan oleh orang berpakaian adat yang dinamakan samir. Patehan ini merupakan nama sebuah bangsal di Keraton Yogyakarta, Di tempat inilah Sri Sultan Hamengku Buwono menikmati jamuan tehnya dengan proses yang unik. Dan proses jamuan teh ala raja ini juga bisa kalian rasakan langsung ketika menginap di Royal Ambarrukmo.

Sudah lama rasanya nggak explore Taman Nasional, apalagi Baluran ini terakhir 2 tahun yang lalu. Sampai sekarang selalu seneng rasanya tiap kesini karena savananya yg cakep banget menurut gue, apalagi kalau cuaca lagi mendukung dan wild animalnya pada keluar, beuuuh berasa di Afrika beneran.

“Inhale exhale” rasanya jadi kata-kata pengingat yg sering kita ucapkan atau kita dengar di tahun ini ya, perubahan besar terjadi, dan kita semua mengalaminya

Pasti banyak diantara kita yang kangen dengan suasana tenang kayak begini, disini di dialoogbanyuwangi setiap paginya view secantik dan setenang ini disuguhin, rasanya rugi kalau enggak dinikmati dengan bangun pagi. Yang pernah kesini pasti tau banget rasanya gimana kan?

Pentingnya Mencoba Banyak Hal Selagi Masih Muda

masih muda jangan takut buat nyoba hal-hal baru dalam hidup apalagi soal traveling..
i’m not a big fan of “surfing” but its worthy to try… dan selalu ada pelajaran baru di dalam setiap hal baru..

so guys, jangan takut buat melangkah.. tekunin hobby berpetualang itu kaya nyari pacar, semua elu boleh coba tapi suatu saat elu akan berhenti disatu hobby yg benar-benar sesuai dengan passion lu.

yaahh kalo aku sih akhirnya berhenti di hati kamu.
gue cinta alam, gue nyoba hal-hal baru, dan tetep jatuh cintanya sama “mendaki gunung”

pilihannya, menjadi haters yg selalu nyinyir, atau menjadikan photo atau caption orang lain sebagai motivasi agar lebih maju.

sampai saat ini,setiap orang lain mendaki gunung yg baru, gue selalu menjadikan mereka sebagai sumber inspirasi untuk petualangan gue selanjutnya..

entah kenapa tapi gue selalu senang berada di ketinggian.. “tapi jangan sampe suka meninggi yak”

ada 2 hal yg paling sering terjadi saat merenung diketinggian, antara lagi menikmati pemandangan, mensyukuri semua suguhan alam, nge-galau mikirin “kapan foto berdua dia *eeeaaa” dan yg paling sering terjadi adalah “ini udah sampe diatas males banget turun lagi, karena jalur turun yg licin, yg terjal, dan yg pasti bikin dengkul dan jempol kondor.

tanpa mengurangi rasa nasionalisme, gue melanglang buana sampai kesini dgn harapan,apa yg membuat Himalaya bisa maju skrg bisa diterapkan di gunung di Indonesia (semoga)… .
dan itulah yg membuat gue posting photo2 disini, tanpa mengurangi “rasa pamer” seperti yg dinyinyirkan orang.. gue ingin berbagi, semoga setiap photo dan caption disini bisa menjadi motivasi utk setiap orang yg melihatnya, agar lebih maju lagi.

suka naik gunung? suka menikmati alamnya? suka melihat indahnya pemandangan?
kalo suka semua tentunya gak akan dooonnng mengotori alamnya..

yuk mari bantu jadi penikmat alam yg baik dgn selalu menjaga kebersihan dan kelestarian alamnya..
emang kalo alamnya rusak, udah penuh sampah, emang masih enak dinikmatin lagi?
selamat berkarya di alam

Jangan Tawar Dagangan Pedagang Kecil

Seringkali budaya di Indonesia ini termasuk sangat salah dan kurang manusiawi. Contohnya adalah pedagang kecil yang berdagang di pasar maupun di pinggir jalan seringkali dagangannya ditawar. Sementara jika makan di mall ataupun belanja barang tidak ditawar sama sekali.

Padahal, dagangan orang kecil tersebut ingin kita rebut rejekinya ribuan perak saja. Kenapa bisa begitu? Banyak sekali yang masih belum mengerti konsep manusiawi satu ini. Alangkah baiknya kita membantu dengan sebisa kita. Apabila memang harganya tidak cocok ya tidak usah dibeli dari pada menawar keuntungan mereka yang terhitung sangat kecil dan tidak seberapa.

Dari kecil, kata nyokap gue, gue paling gak tega liat bapak/ibu tua dipinggir jalan bawa beban, atau masih jualan, ditengah ramainya ibukota.
Ada sebagian dari mereka yg terlihat payah, dan belum menghasilkan apa-apa, ada juga mereka yg rela menahan lapar agar uang hasil jualannya bisa dibawa pulang dgn utuh.

Sore itu, rujak beubeuk di Braga jd saksi betapa sulitnya mencari uang untuk hidup, betapa keras usaha yg harus dilaluin untuk mereka bertahan hidup.
Boro-boro untuk pergi Traveling atau Jalan-jalan, untuk makan hari esok saja sulit.
“Kelak, semoga orang tua gue dimasa tua nya, tidak perlu mencari uang sebegitu sulitnya, ini giliran gue” bisik lirih dalam hati. -amin-

Inilah bagian yg gue suka dari sebuah perjalanan, ketika kita bisa menemukan makna hidup yg tidak selalu sama dgn yg kita jalanin, ketika kita harus membiasakan diri berbagi, bersosialisasi dgn mereka yg ada di sekeliling.

Tidak akan jatuh miskin, ketika elu bisa berbagi sedikit hasil dari apa yg elu punya, mungkin dengan cara “MEMBIASAKAN DIRI UNTUK TIDAK MENAWAR” serendah-rendahnya kepada warga lokal yg menggantungkan hidupnya dari hasil berjualan.. Masa elu gak malu, masuk cafe keren milik luar negri ga pake nawar, tp giliran industri kecil warga kampung lokal yg lebih butuh, ditawar abis-abisan? Kalo perlu cari gratisan…
Ahahahaha.. Percuma elu jalan-jalan keliling Indonesia, tp memberi warga lokal ajah gak mau, malah mau cari gratisan terus..

Terimakasih Bandung!
Terimakasih untuk sweet escape nya.. Terimakasih perjalanan hidup! .

Carilah Teman yang Tepat Saat Mendaki Gunung

Belakangan ini ada gak yg denger tentang pendaki yg ditinggal saat mendaki gunung?
Beberapa kali gue denger berita ini, rasanya miris banget..Tidak sedikit kasus rombongan yg meninggalkan temannya.

Untuk jaga-jaga ajah..Simak tips tentang Teman Mendaki,cekibroott :

1. Kenali Teman yg mengajak mendaki
Kira-kira elu bisa percaya gak sama dia?
Kalo dari awal udah gak percaya jgn dijalanin,
Inget pacaran ajah kalo gak percaya, gak enak loh.

2. Pilih Teman yg GAK Egois
Ini penting, jgn sampe demi ambisi pribadi nya elu ditinggalin

3. Jalan Selalu Bareng Rombongan
Gak usah sok jalan sendirian, ngegalau, ngelamun apalgi ga tau jalan. Stay with the Team

4. Kalo sakit bilang
Ini penyakit cewek nih, kalo ditanya “kamu sakit?” Jawabnya “gak, gpp” “Kamu kenapa?” – “gak gpp”
Ada jg sih cowok yg gengsi, ngaku kalo sakit..
Harus cerita ke Team nya, jd kalo ada apa2 mereka bisa Gerak Cepet cari bantuan

5. Kalo Ditinggalin
Kalo elu sampe ditinggalin team lu sendirian, jangan temenan lg sama mereka. Gak guna. Temen yg bener, gak akan pernah ninggalin elu

6. Bawa Perbekalan Sendiri
Minimal jelek2nya kalo ditinggal, lu masih ada bekal lah..Siapin jg foto pacar biar gak ngerasa sendirian.

7. Kalo Ada Temen Yg Sakit
Nah penting nih! Kalo ada salah satu temen yg sakit, yg cari bantuan 1 atau 2 orang ajah. Sisanya temenin yg sakit. Gak usah sekampung jg, apalagi ninggalin temennya yg sakit sendirian

8. Jangan Malu Minta Bantuan dgn Pendaki Lain
Ini jg penyakit, pendaki skrg banyak yg gengsi minta bantuan pendaki lain.
Nyapa dan Negur ajah udah pada malas.

9. Kalo Mendaki dgn Orang Baru
Pastikan elu gak bergantung dgn orang baru tersebut, bukan mau Seudzon tp elu kan blm kenal tuh orang. Expectations Kill

10. Jangan jalan sama temen yg PELIT
gak enak jalan sama orang pelit,apalagi ga mau berbagi. makan sendirian, malas kerjasama, nanti susah diminta tolong fotoin, ga asyik!

Sekali lagi,TIDAK menyenangkan mendaki bareng, sama-sama dan pas pulang harus kehilangan satu personilnya.

Hargailah teman sependakian elu, jagalah kebersamaan, nikmatilah saat-saat barengan.. Jangan sampai pulang hanya membawa penyesalan.

Pengalaman Dipalak Preman di Halte Part 2

Saya cuma ada uang 50ribu bang di Kantong, ini juga dikasih sama orang tadi sore, kalau mau gimana kalau saya belikan Abang minuman saja, tapi tolong sisakan uangnya sedikit ya Bang, untuk saya menyebrang besok” uji ku. “Yaudah! Cepat sana beli minum kau! Kutunggu disini, tak balik kesini, awas kau!” bentak sang preman. Saya segera mengambil carrier dan mencari warung terdekat. Tak jauh, ternyata ada warung yang buka. Saya menghampiri warung itu, dan gawatnya, disana ada temen2 preman yang tadi. Saya kembali dipalak disana, tapi saya berkelit dengan alasan yang sama.

Lalu saya membeli minuman bir oplosan sebanyak 5 botol, dan ada sisa 15ribu. Saya segera kembali menuju halte dan memberikan minuman itu kepada para preman. “Hey kamu, sini ikut minum sama kami!” kata preman itu sambil tersenyum mabuk. Saya menolaknya dengan halus, karena saya bukan peminum dan saya tidak mau lagi membahayakan nyawa saya. Lalu saya segera pindah dari halte tersebut dan jalan kaki dalam kegelapan malam sejauh mungkin sekitar 1,5km. Tuhan memberikan saya petunjuk. Saya menemukan sebuah masjid dan berkenalan dengan seorang Marbot disana. “Memang disana kalau malam rawan dek, hati2.” . Saya hanya tersenyum kecut dan bersyukur, saya selamat dari kejadian itu.

Pelajaran yang dapat dipetik : Serius, bukan sembarang tempat umum yang bisa temen2 nginepin. Saya sama sekali ga merekomendasikan halte karena pengalaman buruk saya ini. Lebih baik kalian cari warung atau tempat yang lebih ramai. Selalu lakukan tips yang saya gunakan, simpan barang berharga di carrier, dan siapkan uang untuk mengecoh para preman. Kita ga akan pernah tau, kan? Selalu berdoa kepada Tuhan, karena dari Nya lah takdir kita kembali. Cukup saya yang mengalami kejadian ini. Dan cukup saya ga akan pernah lagi tidur di halte.

Lebih baik berhati – hati karena masih mending jika harta benda yang hilang. Kita tidak pernah tahu jika suatu saat ada orang yang nekat merenggut nyawa demi mendapatkan apa yang dia inginkan.

Pengalaman Tak Terlupakan Dipalak Oleh Preman

Yap! Saya kembali dengan postingan yang ga kalah menarik nih. Saya mengalami banyak sekali momen2 yang tak terlupakan. Untuk momen yang saya akan ceritakan kali ini, momen ini terjadi di Bima, Pulau Sumbawa saat saya solo Traveling, yakni jilid 1 overland dari Jawa-Bali-Lombok-Sumbawa-Flores bulan April-Juni 2014 selama 2 bulan. Semua total hitchiking start dari Banyuwangi. Foto yang saya pakai adalah foto bersama supir truk yang saya tumpangi. Begini ceritanya.. .
“Yud, bangun Yud, sudah sampai Bima”. Ternyata Pak Supir Truk membangunkanku. Plan saya hari ini adalah menginap di Bima, Sumbawa karena sudah 3d2n saya menumpang truk ini, mulai dari Banyuwangi. Panas, asem, segala saya rasakan. Lalu saya diturunkan disebuah halte, sendirian, dan dingin. Pak Supir melanjutkan perjalanannya ke Pool Truk tsb. Saya sengaja minta turun di halte, karena besok saya akan naik bus saja ke Sape, untuk menyebrang ke Labuan Bajo.

Saya segera membuka matras dan sleeping bag, lalu mulai merebahkan diri sambil mendengar musik di Iphoneku. Tak lama, sayapun merasa mengantuk, dan memasukkan semua barang berharga ke dalam carrier, dan tertidur. . . “Braaaaaakk!!!!!” Hoy bangun kau!!!” tiba2 ada suara keras membangunkanku. Ya Allah, ternyata ada 4 orang disekelilingku. Terlihat muka sangar mereka. Salah satunya rambutnya gondrong, ada juga yang botak. Muka mereka tersamarkan dengan cahaya lampu halte yang redup. “Anak mana kau? Serahin duit dan barang2 kau!” Teriak seseorang preman itu. Keringatku mengalir deras saat itu. Saya bisa mencium bau alkohol dari mulut preman itu, dan terlihat mereka agak sedikit mabuk. Untungnya, saya selalu menyimpan barang berharga didalam carrier yang paling dalam saat saya tidur ditempat umum, dan satu lagi, saya selalu menyiapkan uang 50ribu rupiah dikantong. Kalian akan tahu alasannya.

Bermodalkan muka kucel dan brewok tebal, saya membalas pertanyaan preman itu. “Saya mau ke Flores bang, saya dari jawa, saya juga abis dicopet Bang. Kalau abang ga percaya, ngapain saya tidur di halte bang, kalau saya ada uang, saya akan tidur di Hotel Bang.